Monday, 26 September 2011

bunga,bapak,"kamu" dan saya..


Aku menunggu setengah jam sampai toko bunga itu buka. Tapi satu jam kemudian aku belum berhasil memilih. Tak ada yang mantap. Penjaga toko itu sampai bosan menyapa dan memujikan dagangannya.
Ketika hampir aku putuskan untuk mencari ke tempat lain, suara seorang Pria menyapa.
”Mencari bunga untuk apa Pak?”
Aku menoleh dan menemukan seorang Pria yang cukup menawan usianya di bawah 25 tahun. Atau mungkin kurang dari itu.
”Bunga untuk ulang tahun.”
”Yang harganya sekitar berapa Pak?”
”Harga tak jadi soal.”
”Bagaimana kalau ini?”
Ia memberi isyarat supaya aku mengikuti.
”Itu?”
Ia menunjuk ke sebuah rangkain bunga tulip dan mawar berwarna pastel. Bunga yang sudah beberapa kali aku lewati dan sama sekali tak menarik perhatianku.
”Itu saya sendiri yang merangkainya.”
Mendadak bunga yang semula tak aku lihat sebelah mata itu berubah. Tolol kalau aku tidak menyambarnya. Langsung aku mengangguk.
”Ya, ini yang aku cari.’
Dia mengangguk senang.
”Mau diantar atau dibawa sendiri?”
”Bawa sendiri saja. Tapi berapa duit?”
Ia kelihatan bimbang.
”Berapa duit.”
”Maaf sebenarnya ini tak dijual. Tapi kalau Bapak mau nanti saya bikinkan lagi.”
”Tidak, aku mau ini.”
”Bagaimana kalau itu?”
Ia menunjuk ke bunga lain.
”Tidak. Ini!”
”Tapi itu tak dijual.”
”Kenapa?”
”Karena dibuat bukan untuk dijual.”
Aku ketawa.
”Sudah, katakan saja berapa duit? Satu juta?” kataku bercanda.
”Dua.”
”Dua apa?”
”Dua juta.”
Aku melongo. Mana mungkin ada bunga berharga dua juta. Dan bunga itu jadi semakin indah. Aku mulai penasaran.
”Jadi, benar-benar tidak dijual?”
”Tidak.”
Aku pandangi dia. Dan dia tersenyum seperti menang. Lalu menunjuk lagi bunga yang lain.
”Bagaimana kalau itu?”
Aku sama sekali tak menoleh. Aku keluarkan dompetku, lalu memeriksa isinya. Kukeluarkan semua. Hanya 900 ratus ribu. Jauh dari harga. Tapi aku taruh di atas meja berikut uang receh logam.
Dia tercengang.
”Bapak mau beli?”
”Ya. Tapi aku hanya punya 900 ribu. Itu juga berarti aku harus jalan kaki pulang. Aku tidak mengerti bunga. Tapi aku menghargai perasaanmu yang merangkainya. Aku merasakan kelembutannya, tapi juga ketegasan dan kegairahan dalam karyamu itu. Aku mau beli bunga kamu yang tak dijual ini.”
Dia berpikir. Setelah itu menyerah.
”Ya, sudah, Bapak ambil saja. Bapak perlu duit berapa untuk pulang?”
Aku terpesona tak percaya.
”Bapak perlu berapa duit untuk ongkos pulang?”
”Duapuluh ribu cukup.”
”Rumah Bapak di mana?”
”Rungkut.”
”Wiyung kan jauh?”
”Memang, tapi dilewati angkot.”"beberapa kali nyambung lah"
”Bapak mau naik angkot bawa bunga yang aku rangkai?”
”Habis, naik apa lagi?”
”Tapi angkot?”
”Apa salahnya. Bunga yang sebagus itu tidak akan berubah meskipun naik gerobak.”
”Bukan begitu.”
”O, kamu tersinggung bunga kamu dibawa angkot? Kalau begitu aku jalan kaki saja.”
”Bapak mau jalan kaki bawa bunga?”
”Ya, hitung-hitung olahraga.”
Dia menatap tajam.
”Bapak bisa ditabrak motor. Bapak ambil saja uang Bapak 150 untuk ongkos taksi.”
Aku tercengang.
”Kurang?”
“Tidak. Itu bukan hanya cukup untuk naik Blue Bird, tapi juga cukup untuk makan IBC.”
Dia tersenyum. Cakep sekali.
”Silakan. Bapak perlu kartu ucapan selamat di bunga?”
”Tidak.”
Dia berpikir.
”Jadi, bukan untuk diberikan kepada seseorang? Bunga ini saya rangkai untuk diberikan pada seseorang.”
”Memang. Untuk diberikan pada seseorang.”
”Yang dicintai mestinya.”
”Ya. Jelas!”
”Sebaiknya, Bapak tambahkan ucapannya. Bunga ini saya rangkai untuk diantar dengan ucapan. Diambil dari puisi siapa begitu yang terkenal. Misalnya Kahlil Gibran.”
Aku terpesona lalu mengangguk.
”Setuju. Tapi tolong dicarikan puisinya dan sekaligus dituliskan.”
Ia cepat ke belakang mejanya mengambil kartu.
”Sebaiknya Bapak saja yang menulis.”
”Tidak. Kamu.”
Ia tersenyum lagi mungkin merasa lucu. Lalu menyodorkan sebuah buku kumpulan sajak. Aku menolak.
”Kamu saja yang memilih.”
”Tapi, saya tidak tahu yang mana untuk siapa dulu.”
”Pokoknya yang bagus. Yang positif.”
”Cinta, persahabatan, atau sayang?”
”Semuanya.”
Ia tertawa. Lalu menulis. Tampaknya ia sudah hapal di luar kepala isi buku itu. Ketika ia menunjukkan tulisannya, aku terhenyak. Itu bukan sajak Gibran, tapi kalimat yang ditarik dari sajak Di Beranda Itu Angin Tak Berembus Lagi karya Goenawan Mohamad:
”Bersiap kecewa, bersedih tanpa kata-kata.”
Aku terharu. Pantas Nelson Mandela mengaku mendapat inspirasi untuk bertahan selama 26 tahun di penjara Robben karena puisi.
”Bagus?”
Aku tiba-tiba tak sanggup menahan haru. Air mataku menetes dengan sangat memalukan. Cepat-cepat kuhapus.
”Saya juga sering menangis membacanya, Pak.”
”Ya?”
”Ya. Tapi sebaiknya Bapak tandatangani sekarang, nanti lupa.”
Aku menggeleng. Aku kembalikan kartu itu kepadanya.
”Kamu saja yang tanda tangan.”
”Kenapa saya?”
”Kan kamu yang tadi menulis.”
”Tapi itu untuk Bapak.”
”Ya memang.”
Ia bingung.
”Kamu tidak mau menandatangani apa yang sudah kamu tulis?”
”Tapi, saya menulis itu untuk Bapak.”
”Makanya!”
Ia kembali bingung.
”Kamu tak mau mengucapkan selamat ulang tahun buat aku?”
Dia bengong.
”Aku memang tak pantas diberi ucapan selamat.”
”Jadi, bunga ini untuk Bapak?”
”Ya.”
”Bapak membelinya untuk Bapak sendiri?”
”Ya. Apa salahnya?”
”Bapak yang ulang tahun?”
”Ya.”
Dia menatapku tak percaya.
”Kenapa?”
”Mestinya mereka yang yang mengirimkan bunga untuk Bapak.”
”Mereka siapa?”
”Ya, keluarga Bapak. Teman-teman Bapak. Anak Bapak, istri Bapak, atau pacar Bapak…”
”Mereka terlalu sibuk.”
”Mengucapkan selamat tidak pernah mengganggu kesibukan.”
”Tapi itu kenyataannya. Jadi aku beli bunga untuk diriku sendiri dan ucapkan selamat untuk diriku sendiri karena kau juga tidak mau!”
Aku ambil uangku dan letakkan lebih dekat ke jangkauannya. Lalu aku ambil bunga itu.
”Terima kasih. Baru sekali ini aku ketemu bunga yang harganya 900 ribu.”
Aku tersenyum untuk meyakinkan dia bahwa aku tak marah. Percakapan kami tadi terlalu indah. Bunga itu hanya bonusnya. Aku sudah mendapat hadiah ulang tahun yang lain dari yang lain.
Tapi sebelum aku keluar pintu toko, dia menyusul.
”Ini uang Bapak,” katanya memasukkan uang ke kantung bajuku sambil meraih bunga dari tanganku, ”Bapak simpan saja.”
”Kenapa? Kan sudah aku beli?”
Aku raih bunga itu lagi, tapi dia mengelak.
”Tidak perlu dibeli. Ini hadiah dariku untuk Bapak. Dan aku mau ngantar Bapak pulang. Tunjukkan saja jalannya. Itu mobilku.”
Dia menunjuk ke sebuah Honda Civic hitam yang di depan toko.
”Aku pemilik toko ini,mari ikut dengan saya kita rayakan ulang tahun kamu”
Aku terkejut. Sejak itu hidup kami Dimulai

Sunday, 25 September 2011

Gantung!!!


Nafas kami memburu deru, kurasakan detak jantungnya seirama dengan detak jantungku.Dada kami lengket karena keringat.
Tidak bisa lagi kulihat wajahnya,diruangan itu hanya di terangi cahaya lampu dari luar dan kedipan Led BlackBerry kami.
Jam 23.20 WIB
Dan sebentar lagi hari akan berganti, lupa kapan kami memulai permainan itu dan tidak tau kapan kami mengakhiri.Terasa sangat lama memang dan tidak berakhir, karena kami hanya konsentrasi pada pagutan.


Thursday, 22 September 2011

Dream


They take me to another place and time
when my life had reason and rhyme.
I was so happy and in love…
God sent me a gentle ‘dove’
He loved me so, more than anyone
I will ever again know.
The talks we had while lying in bed…
he gently caressed my face and head.
I could ‘feel’ the love without
a word being said…
I miss those times, those precious days
but no one can take the memories away
‘My Angel’ he will always be…
from now until eternity…

Wednesday, 21 September 2011

Bibir termanis



           Bibir itu terasa manis ketika lidahku bermain di atasnya, entahlah di mana manisnya.saat kami berdua justru larut dalam tangisan kami masing-masing, MENYEDIHKAN, sebenarnya itulah yang terjadi pada kami, perpisahan yang penuh air mata, emosi jiwa.Dari awal seharusnya aku tidak mencuri ciuman itu,karena pada saat itu memang aku belum tau apa artinya cinta.aku menyatkiti hatiku sendiri, aku menodai Cintaku.

          Maaf,,,,maaf aku telah mencuri bibir yang seharusnya kau berikan padanya,kepada siapapun yang menjadi pendampingnya kelak, maaf aku yang telah menodai prinsipmu,maaf aku yang telah menodai Cintamu dengan nafsuku,Maaf jika aku memberimu dosa,yang sering aku pertahankan dengan sebutan DOSA TERMANIS.

         Tapi aku sangat berterima kasih kepadanya, dia bukan orang jahat, hanya saja waktu itu mungkin dia tidak bisa menahan rasa cinta untuk seseorang selain aku,penuh emosi,tapi ada saatnya dimana salah seorang harus mengerti dan mundur sebagai pemenang,kata pemenang yang mungkin bisa mengurangi rasa sakit.Hingga akhirnya semua meledak layaknya gunung berapi yang harus meletus pada waktunya.

         Semua keadaan memaksa dia untuk melakukan itu, yang ada padaku sekarang hanyalah senyum lebar, Kesedihan,kepuasan dan rasa terima kasih yang amat sangat besar karena masih merasa menggenggam tropi kemenangan dan dia memberikan bibir manisnya di ujung telepon genggamnya untuk terakhir kali.Aku akan selalu mengingat bibir itu,BIBIR TERMANIS..

Tuesday, 20 September 2011

Akhirnyaaaaaa....




Akhirnyaaa….. Setelah sekian lama diniatkan dalam hati mulai lagi nulis di blog. Semoga blog ini dapat bermanfaat dan menjadi bahan acuan bagi kawan-kawan semua yang membutuhkan solusi dan pencerahan dalam hidupnya hee..
Sebenernya ga lama-lama banget sih,cuma nunggu di desain ulang,katanya tampilan yang kemaren itu berantakan banget..Btw thanx to someone yang udah bantu desain.#besos# ^ ^
Semoga suka dengan tampilan yang baru yah..
Thanx To God for everything in my life.
He always taught me to be faithful when walking with him while in the midst of a raging storm.

Tuesday, 13 September 2011

I am what I am..


Awalnya dari obrolan ringan tentang di kerusuhan Ambon,trus salah seorang pegawai blng ke gw "Tse..tuh sodara kamu jadi korban,bisa bikin apa kamu sama mereka?*dengannadasedikitmenyindir* :))"gw jawab "emang gw harus bikin apa coba sama mereka?trus hub nya ama gw apa coba?harus gmana?"Dan kalau kalian ditanya hal serupa,apa jawaban kalian?kalw gw lanjutin ngebahas itu makin riweuh akhirnya rame dengan argument.Kalau Prinsip gw sih : "Memikirkan tentang dunia tidak akan mengubah dunia,memikirkan diri sendiri bisa mengubah Dunia"..Egois bukan?Tapi kembali kemasing-masing pribadi pembaca.Kalau gw sih....this is me,I'm not what people say about me,dan gw bukan hasil dr pembicaraan,pencibiran orng terhadap gw..i am ME!!Do the best,and let God handle the rest :)

Tuesday, 6 September 2011

blank...

Sampai akhirnya gw mengubah nama Blog ini adalah karena kehadiran seseorang.yang datang tiba-tiba,tapi karena kelalaian gw juga sih..gw ga mau menyalahkan siapa-siapa
Tapi emang Karena kehadirannya kok ..!!dan gw ga mau orang-orang melihat dia,biar cukup gw doang.dan ini salah satu sifat buruk gw,kalau orng belanda bilang TE JELAUS..Untuk blog ini,biar cuma gw yang tau,biar cuma jadi ketikan2 kata-kata yang Mungkin ga ada artinya sama sekali..Seperti diary.cuma bedanya ini agak canggihan dikit..hahahaha
jadi gw bebas mau ketik apa disini,sebagai tempat pembuangan stress dikantor,dimarahin boss,atau masalah  apapun itu...freeeeeeeeeeeee :D

"kutipan"

#What's the sweetest time of the day? It's when you pray. Because, you're talking to the One who loves you most.

#Our life won't get easier, the only way to deal with is to get stronger.

#Life is not a movie. Good guys lose. Everybody lies. And love does not conquer all.

#It's true we don't know what we've got until we lose it, but it's also true we don't know what we've been missing until it arrives.

#Life is not about the mistakes we've made. It's about the lessons we've learned and the friends we've gained.


Siapa yang tau lagu ini?
"Let Love Lead The Way"

What makes this world go round
Will the answer let her down
She is so sweet and young
And her life has just begun
What does her future hold
That's the story left unknown
Will she make it through her days,
Let our love lead the way

Part of me laughs
Part of me cries
Part of me wants to question why
Why is there joy
And why is there pain
Why is there sunshine and the rain
One day you're here
Next you are gone
No matter what we must go on
Just keep the faith
And let love lead the way

Everthing will work out fine
If you let love, love lead the way

Sitting there all alone
In the window of her room
Watching the world go by
Brings tears to her eyes
All she sees is hurt and pain,
She wants to break the chain
She'll keep pressing everyday
And she'll find her own sweet way

You can be all that and still can be who you are
You gotta know for sure that it isn't make believe
You may feel weak but you are strong
Don't you give up if
If you keep holding on, you'll never be wrong
Just close your eyes cause it lies deep in your heart
I love them, their songs really inspire me..What about you? :)

Monday, 5 September 2011

me..!!!

Hi everybody
call me tse..
Music and movie freak,simple person with complicated minded..
i'm perfect in my imperfections, always happy in my pain, Strong in my weaknesses,and Beautiful in my own way..
Libra (silahkan lihat kelebihan dan kekurangan seorang libra) ,moody..
hhmmmh...Always learn to be alone without feeling lonely ( tapi selalu gagal )ga mudah loh ternyata..!!hahahhaha...:D
Oh ya,sebagian dari itu adalah bio saya di twitter.. ;D