Maaf,,,,maaf aku telah mencuri bibir yang seharusnya kau berikan padanya,kepada siapapun yang menjadi pendampingnya kelak, maaf aku yang telah menodai prinsipmu,maaf aku yang telah menodai Cintamu dengan nafsuku,Maaf jika aku memberimu dosa,yang sering aku pertahankan dengan sebutan DOSA TERMANIS.
Tapi aku sangat berterima kasih kepadanya, dia bukan orang jahat, hanya saja waktu itu mungkin dia tidak bisa menahan rasa cinta untuk seseorang selain aku,penuh emosi,tapi ada saatnya dimana salah seorang harus mengerti dan mundur sebagai pemenang,kata pemenang yang mungkin bisa mengurangi rasa sakit.Hingga akhirnya semua meledak layaknya gunung berapi yang harus meletus pada waktunya.
Semua keadaan memaksa dia untuk melakukan itu, yang ada padaku sekarang hanyalah senyum lebar, Kesedihan,kepuasan dan rasa terima kasih yang amat sangat besar karena masih merasa menggenggam tropi kemenangan dan dia memberikan bibir manisnya di ujung telepon genggamnya untuk terakhir kali.Aku akan selalu mengingat bibir itu,BIBIR TERMANIS..
No comments:
Post a Comment